>>>>
TAUHID wal JIHAD

Latest Post

[KAFIR] PNS – Pegawai Negeri Sipil 


HUKUM PEGAWAI NEGRI SIPIL (PNS).

بسم االه الرحمن الرحيم.

Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memberikan kepada kita hidayah, yang dengannya kita bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil, Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Imamul Muwahidin Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, juga terhadap keluarganya, sahabatnya dan ummatnya yang senantiasa mengikutinya hingga hari akhir…

Harus kita ketahui bahwa menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) di negri kafir (terkhusus indonesia) adalah kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari setatus muslim menjadi kafir murtad, karena didalam nya terdapat BANYAK PINTU-PINTU KEMURTADDAN yang bisa membatalkan keIslaman.

Salah satu contoh yang shorih dari sisi sumpah setia para PNS di dalam pengangkatan nya mereka diwajibkan adanya sumpah setia kepada pemerintah kafir tersebut (terkhusus indonesia)  sebagaimana yang tertera didalam Undang-Undang mereka:
Tujuan dari pengambilan sumpah /janji pegawai ini adalah agar para aparatur negara ini mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan pemerintah serta bermental baik, bersih, jujur, berdaya guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya serta di dalam mendukung usaha pemerintah guna mendorong terciptanya good governance.

Sumpah Janji PNS (Pasal 26 UU No. 8/1974)
Isi sumpah janji PNS telah diatur dalam pasal 26 undang -undang nomor 8 tahun 1974. Berikut isi sumpah janji pegawai negeri sipil sesuai dengan undang undang tersebut :

Demi Allah, saya bersumpah/berjanji :

– Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah.

<!–more–Selanjutnya->

 Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab.

– Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan Martabat Pegawai Negeri, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan.

-Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan.

– Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara.

Perhatikan hal ini (sumpah PNS) adalah sumpah yang berisikan kekafiran yang dzahirah dan hal ini  adalah hal yg maklum diketahui baik dikalangan PNS sendiri ataupun dikalangan masyarakat umum.

Jadi kekafiran mereka PNS jika dilihat dari satu sisi ini saja adalah sharih (jelas) belum lagi dari pintu alwala wal baro dsb..
Allah ta’ala berfirman:

ﺇِﻥَّ اﻟَّﺬِﻳﻦَ اﺭْﺗَﺪُّﻭا ﻋَﻠَﻰٰ ﺃَﺩْﺑَﺎﺭِﻫِﻢْ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺗَﺒَﻴَّﻦَ ﻟَﻬُﻢُ اﻟْﻬُﺪَﻯ ۙ اﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺳَﻮَّﻝَ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻠَﻰٰ ﻟَﻬُﻢ. ﺫَٰﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻧَّﻬُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮا ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﺮِﻫُﻮا ﻣَﺎ ﻧَﺰَّﻝَ اﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻨُﻄِﻴﻌُﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺑَﻌْﺾِ اﻷَْﻣْﺮِ ۖ ﻭَاﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺇِﺳْﺮَاﺭَﻫُﻢ. ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺇِﺫَا ﺗَﻮَﻓَّﺘْﻬُﻢُ اﻟْﻤَﻼَﺋِﻜَﺔُ ﻳَﻀْﺮِﺑُﻮﻥَ ﻭُﺟُﻮﻫَﻬُﻢْ ﻭَﺃَﺩْﺑَﺎﺭَﻫُﻢ. ﺫَٰﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻧَّﻬُﻢُ اﺗَّﺒَﻌُﻮا ﻣَﺎ ﺃَﺳْﺨَﻂَ اﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻛَﺮِﻫُﻮا ﺭِﺿْﻮَاﻧَﻪُ ﻓَﺄَﺣْﺒَﻂَ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻬُﻢ.

”Sesunguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka itu berkata kepada orang￾orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah: “Kami akan mematuhi kamu dalam sebagian urusan”, sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat maut mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?  

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridlaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka”.

(QS. Muhammad [47]: 25-28)  
Didalam ayat di atas Allah ta’ala menvonis murtad orang yang berjanji (sumpah) setia dalam beberapa urusansaja lalu bagaimana dengan orang yang berjanji (sumpah) setia dalam banyak hal tentu
nya lebih layak untuk divonis murtad.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:  

 

ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﺇِﻟَﻰ اﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻧَﺎﻓَﻘُﻮا ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻹِِﺧْﻮَاﻧِﻬِﻢُ اﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭا ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ اﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻟَﺌِﻦْ ﺃُﺧْﺮِﺟْﺘُﻢْ ﻟَﻨَﺨْﺮُﺟَﻦَّ ﻣَﻌَﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﻧُﻄِﻴﻊُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺃَﺣَﺪًا ﺃَﺑَﺪًا ﻭَﺇِﻥْ ﻗُﻮﺗِﻠْﺘُﻢْ ﻟَﻨَﻨْﺼُﺮَﻧَّﻜُﻢْ ﻭَاﻟﻠَّﻪُ ﻳَﺸْﻬَﺪُ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻟَﻜَﺎﺫِﺑُﻮﻥ.
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya Kamipun akan  

keluar bersamamu; dan Kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk  

(menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti Kami akan membantu kamu.” dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta”.(Al Hasyr: 11).  
Bila saja berjanji kepada kaum musyrikin secara rahasia –untuk masuk bergabung bersama mereka, membela mereka, dan keluar bersama mereka bila mereka diusir– adalah sebagai bentuk kemunafikan dan kekafiran meskipun janji itu dusta, maka apa gerangan dengan orang yang bersumpah setia kepada mereka dan menampakkan hal itu terhadap mereka dalam keadaan jujur, dia datang menghadap mereka, masuk ke dalam ketaatan kepada mereka, tunduk kepada mereka, tentu ini jelas lebih kafir lagi…
Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata setelah menjelaskan bahwa orang yang mengucapkan kalimat kemusyrikan adalah kafir meskipun dia itu tidak  

meyakini dengan hatinya dan meskipun dia tidak mencintai kekafiran tersebut: Sesungguhnya orang yang mengucapkannya adalah tidak diudzur meskipun dia menginginkan menunaikan  

tujuan yang sangat penting dengannya. (Ad Durar As Saniyyah 13/93)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Dan secara umum barangsiapa  

mengucapkan atau mengerjakan sesuatu yang merupakan kekafiran maka dia kafir dengan sebab itu meskipun dia tidak bermaksud untuk kafir, karena tidak bermaksud untuk kafir seorang pun kecuali apa yang Allah kehendaki.” (Ash Sharimul Maslul).

 

Syaikh Sulaiman Ibnu Abdilllah Alu Asy Syaikh rahimahullah berkata: “Ulama ijma’ bahwa siapa yang mengucapkan atau mengerjakan kekafiran maka dia kafir, baik dia itu serius  

atau bercanda atau main-main, kecuali orang yang dipaksa.” (Ad Dalail: 1).
Alloh ta’ala berfirman 
وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِم
Sungguh mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran dan telah menjadi kafir setelah islam.
Dan Allah ta’ala berfirman perihal orang-orang yang mengucapkan kekafiran terus beralasan bahwa mereka hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja: 
ﻻَ ﺗَﻌْﺘَﺬِﺭُﻭا ﻗَﺪْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧِﻜُﻢ.
“…tidak usah kalian meminta maaf, karena kalian kafir setelah beriman.” (QS. At Taubah[9]: 66) 
Dari ayat-ayat diatas sudah sangat terang dan jelas akan kafirnya orang yang bersumpah akan taat dan setia kepada kekafiran, baik dia bercanda maupun serius. Jadi dengan demikian jelas sudah akan kafirnya para pegawai negri sipil (PNS) di negri kafir dan ini baru dari satu PINTU belum lagi kekafiran dari pintu yang lainnya.

Dan harus dipahami juga bahwa konsekuensi dari menjalankan sumpah setia mereka itu mengharuskan adanya sikap tawalliy (loyalitas) kepada pemerintah kafir ini.

Dan ini memasukan para PNS itu kepada PINTU kekafiran yang lainya.
Adapun makna tawalliy adalah:
Ibnu Atsir dalam An Nihayah. 

Makna tawalliy Kepada kaum  

Musyrikin, adalah: 
– Al Mahabbah (Kecintaan) 
– Al Mudlaharah atau An Nushrah (Pembelaan) 
– Al Muwaffaqah (Menyetujui) 
– Al Mutaba’ah (Mengikuti)
Allah ta’ala berfirman:
ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻮَﻟَّﻬُﻢْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢ.
“Barangsiapa yang tawalliy

kepada mereka maka ia termasuk golongan mereka”

(QS. Al Maidah [5]: 51)   
Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata dalam rangka menyebutkan hal-hal yang membuat orang muslim menjadi murtad: Menampakkan ketaatan dan sikap setuju terhadap kaum musyrikin atas dien mereka… kemudian beliau menyebutkan: Bahwa yang membuat orang muslim kafir itu bukanlah hanya keyakinan hati. 
(Sabiilun Najaah Wal Firaak Min Muwaalatil murtaddiin Wa Ahlil Isyraak, Majmu’atut Tauhid
201-202.)
Untuk lebih jelasnya tentang makna tawalliy silakan rujuk kitab  AD DALAIL bab HUKUM LOYALITAS KEPADA KAUM MUSYRIKIN karya Asy Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab .
Jadi jelaslah sudah kekafiran para Pegawai Negri Sipil itu sebagai mana dalil-dalil diatas.
Permasalahan:
– Bagaimana cara taubatnya para Pegawai Negri Sipil ini, apakah cukup hanya bertaubat atau harus disertai keluar dari Pegawai Negri Sipil tersebut…??
Jawaban:
Bertobat dari menjadi Pegawai Negri Sipil adalah Syahadat ulang dan Mengakui Kafirnya apa yang dia lakukan dan menyesalinya (ketika bersumpah menjadi PNS) dan KELUAR dari menjadi Pegawai Negri Sipil tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Syarat Pertama: Mengakui Kekafiran Yang Telah Dilakukannya Serta Menyesalinya.
Di dalam Shahih Muslim, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal tragedi Al Ifki (Tuduhan Bohong Zina), bahwa beliau berkata kepada Ibu kita Aisyah radliyallahu ‘anha:
فإن العبد إذا اعترف بذنب ثم تاب، تاب الله عليه
“Sesungguhnya si hamba bila dia mengakui suatu dosa kemudian taubat darinya, maka Allah menerima taubatnya.”
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
فلذلك لا تصح التوبة إلا من بعد معرفة الذنب والاعتراف به وطلب التخلص من سوء عاقبته أولا وآخرا
(Oleh sebab itu taubat tidak sah kecuali setelah mengetahui dosa dan mengakuinya serta meminta dilepaskan dari keburukan akibatnya, baik di awal maupun di akhir).

(Madarij As Salikin1/179).
Ibnu Muflih rahimahullah berkata dalam menjelaskan syarat-syarat taubat:
ومن تاب من بدعة مفسّقة أو مكفرة صحّ إن اعترف بها وإلا فلا
(Dan barangsiapa taubat dari bid’ah mufassiqah atau mukaffirah, maka itu sah bila dia mengakuinya, dan bila tidak mengakuinya maka tidak sah). (Al Adab Asy Syar’iyyah 1/145).
Syarat kedua: Meninggalkannya.
Di dalam Ash Shahihah pada hadits orang yang membunuh 99 orang, sedangkan teksnya milik Muslim:
فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدْ اللَّهَ مَعَهُمْ وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَانَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ فَقَالَ قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَة
“…maka ia ditunjukkan kepada seorang alim, terus ia berkata: Sesungguhnya ia telah membunuh 100 jiwa maka apa ada taubat baginya? Maka si alim itu berkata: Ya, siapa yang bisa menghalangi antara dirinya dengan taubat, pergilah ke daerah ini dan itu karena di sana ada orang-orang yang beribadah kepada Allah maka beribadahlah kepada Allah bersama mereka, dan jangan kamu kembali ke negerimu karena ia adalah negeri yang buruk.” Maka ia-pun pergi sehingga ketika sudah di tengah perjalanan datanglah kematian menjemputnya, maka malaikat rahmah dan malaikat adzab berselisih tentangnya, di mana malaikat rahmah mengatakan: Ia telah datang dalam kondisi taubat lagi menghadapkan hatinya kepada Allah,” dan malaikat adzab berkata: Sesungguhnya ia itu belum melakukan sedikitpun kebaikan,” maka mereka didatangi oleh satu malaikat yang berwujud manusia terus mereka menjadikannya sebagai hakim di antara mereka, maka dia berkata: Ukurlah jarak antara dua tempat itu, ke mana ia itu lebih dekat maka ia itu baginya,” maka mereka-pun mengukurnya, dan ternyata mereka mendapatkannya lebih dekat ke daerah yang ia tuju, maka ia-pun dibawa oleh malaikat rahmah“.
Bukti dalil dari hadits itu, adalah orang alim itu memerintahkan orang yang taubat tersebut agar meninggalkan daerah yang buruk dan meninggalkan orang-orangnya, dan bahwa orang yang taubat sean
dainya dia mati di daerah kerusakan yang asalnya dia berada di situ maka dia dibawa oleh malaikat adzab.
Al Imam Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam menjelaskan hadits itu:
ففيه إشارة إلى أن التائب ينبغي لهمفارقة الأحوال التي اعتادها في زمن المعصية ، والتحول منها كلها والاشتغال بغيرها
(Maka di dalamnya ada isyarat yang menunjukkan bahwa orang yang taubat itu sepantasnya dia itu meninggalkan kondisi-kondisi yang biasa dia lakukan di zaman maksiat, dan berpindah darinya semua serta menyibukkan diri dengan selainnya). (Al Fathu: 6/517).
Al Imam Al Qurthubiy rahimahullah berkata di dalam menjelaskan syarat menjauhi:
ولا يكفي في التوبة عند علمائنا قول القائل: قد تبت، حتى يظهر منه في الثاني خلاف الأول، فإن كان مرتدا رجع إلى الإسلام مظهرا شرائعه، وإن كانمن أهل المعاصي ظهر منه العمل الصالح، وجانب أهل الفساد والأحوال التي كان عليها، وإن كان من أهل الأوثان جانبهم وخالط أهل الإسلام
(Dan tidak cukup menurut ulama kami dalam taubat itu mengatakan “saya telah taubat”, sampai nampak darinya pada keadaan kedua suatu yang menyelisihi keadaan pertama, di mana bila dia itu murtad maka dia kembali ke dalam Islam seraya menampakkan syari’at-syari’atnya, dan bila dia itu tergolong ahli maksiat maka nampak darinya amalan shalih dan menjauhi ahli kerusakan dan keadaan-keadaan yang selama ini dia berada di dalamnya,dan bila dia itu asalnya tergolong para penyembah berhala maka dia meninggalkan mereka dan berbaur dengan pemeluk islam). (Tafsir Al Qurthubiy 2/181).
Abdurrahman Ibnu Hasan berkata:
فلا يتم لأهل التوحيد توحيدهم إلا باعتزال أهل الشرك وعداوتهم وتكفيرهم
(Maka tidak sempurna bagi ahli tauhid ketauhidan mereka kecuali dengan meninggalkan ahli syirik, memusuhi mereka dan mengkafirkan mereka).

(Ad Durar 11/434). 
Syarat ketiga: Berjanji Tidak Akan Mengulanginya Lagi.
Allah Ta’ala berkata:
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ ثُمَّ ءَامَنُواْ ثُمَّكَفَرُواْ ثُمَّ ٱزۡدَادُواْ كُفۡرٗا لَّمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ سَبِيلَۢا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.”(An Nisa: 137).
Al Imam Al Qurthubiy rahimahullah berkata:
فإن قيل : إن الله تعالى لا يغفر شيئا من الكفر فكيف قال : إن الذين آمنوا ثم كفروا ثم ازدادوا كفرا لم يكن الله ليغفر لهم فالجواب أن الكافر إذا آمن غفر له كفره ، فإذا رجع فكفر لم يغفر له الكفر الأول
(Kemudian bila dikatakan: Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengampuni sesuatupun dari kekafiran, maka bagaimana Dia mengatakan:“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman, kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka,“(An Nisa: 137), maka jawabannya adalah bahwa orang kafir itu bila beriman maka kekafirannya itu diampuni, kemudian bila dia kembali kafir, maka kekafirannya yang pertama tidak diampuni).

(Tafsir Al Qurthubiy 5/415).
Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَإِنِّي لَغَفَّارٞ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗ

ا ثُمَّ ٱهۡتَدَى
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.”(Thaha: 82).
Al Imam Ath Thabariy rahimahullah berkata:
ثم لزم الإيمان والعمل الصالح
Kemudian wajiblah beriman dan beramal shaleh.

(Jami’ Al Bayan 16/128).
Al Qurthubiy rahimahullah berkata:
أي أقام على إيمانه حتى مات عليه
Yaitu dia menetap di atas imannya sampai dia mati di atasnya. (Tafsir Al Qurthubiy 11/231).
Dan di dalam Shahih Al Bukhariy rahimahullah dari Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata:
قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنُؤَاخَذُ بِمَا عَمِلْنَافِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ مَنْ أَحْسَنَ فِي الْإِسْلَامِ لَمْ يُؤَاخَذْ بِمَا عَمِلَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَمَنْ أَسَاءَ فِي الْإِسْلَامِ أُخِذَ بِالْأَوَّلِ وَالْآخِر
Seorang pria berkata: Wahai Rasulullah apakah kami dikenakan sangsi atas apa yang telah kami lakukan di masa Jahiliyyah? Maka beliau berkata: “Barangsiapa berbuat baik di dalam islam maka
dia tidak dikenakan sangsi atas apa yang telah dilakukannya di masa jahiliyyah, dan barangsiapa berbuat buruk di dalam Islam maka dia dikenakan sangsi dengan sebab (kekafiran) yang pertama dan yang terakhir”.
Kita memohon kepada Allah Al Karim Al Mannan agar Dia menghidupkan kita di atas 

iman dan mewafatkan kita dalam keadaan Islam, serta Dia menggabungkan kita bersama orang-orang shalih, tanpa kita ditimpa kehinaan dan fitnah, dengan rahmat-Nya, dan Dia Alloh adalah Arhamurraahimiin. 
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya, Aamiin. 
Wallahu ta’ala a’lam…
‍‌‌‌‌‍‌‌‍‍‌📝‌‌Admin Chanel Millah Ibrahim

=========================
Editing :abu Hanifah Al irhabiy ‌‌‍‌

“Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan,” (QS. Al An’aam [6]: 112-113).

[Video] SBY Dengan Jelas Dan Gamblang Menolak Syari’at Islam Diterapkan Di Indonesia

====================

Ini beberapa kutipan taushiyah SBY, silahkan disimak baik-baik, sebenarnya ini file lama yang saya dapatkan di internet hanya saja saya merasa ini baru terexpose :

Jadi, ini yang betul, bahwa komitmen saya terhadap :
Satu, Pancasila;
Kedua, UUD 1945;
Ketiga, NKRI;
Keempat, kemajemukan, pluralisme, kebhinneka-tunggal-ikaan, itu FINAL.

Tapi saya seorang pluralis dan saya tidak bisa menerima –dalam kepemimpinan saya nanti, kalau saya terpilih menjadi presiden– tindakan atau kebijakan yang diskriminatif.

SBY said, Katakan kepada mereka :

“tidak benar SBY bersetuju syariat Islam menggantikan hukum nasional, dan syariat Islam akan dimasukkan dalam pembukaan UUD. Komitmen SBY pada pluralisme FINAL.”

Yang kedua, sampaikan (SBY Said) :

“SBY ini di komunitas Islam dikatakan PRO KRISTEN, PRO MINORITAS. Oleh karena itu, lihat caleg-caleg demokrat.” Katakan, kabarkan seperti itu: “Sementara kepada kita dikatakan SBY menyetujui syariat Islam.” Saya yakini, bapak bilang: “saya sudah bertemu SBY, berdialog langsung, dia tetap komitmennya dan tidak pernah berubah.”

Innalillahi waa inna ilahi rajiun…

RSS MILLAHIBRAHIM

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

BARA’AH KAMI

• Kepada para thaghut di setiap masa dan tempat, Kepada para thaghut, baik presiden, amir, kaisar, kisra, fir’aun dan raja,
• Kepada para tameng mereka dan ulama-ulamanya yang menyesatkan,
• Kepada wali-wali mereka, para tentara mereka, aparat kepolisiannya, dinas inteljennya dan pasukan-pasukan pengawalnya…
• Kepada mereka semuanya… kami katakan:
“SESUNGGUHNYA kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadahi selain Allah.”
• Kami….. Berlepas diri dari hukum-hukum kalian, pedoman- pedoman kalian, undang-undang dasar kalian dan falsafah-falsafah kalian yang BUSUK….
• Kami … Berlepas diri pemerintah-pemerintah kalian, mahkamah-mahkamah kalian, lambang-lambang kalian dan bendera-bendera kalian yang NAJIS…
• “Kami ingkari (kekafiran) kalian, dan tampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.”
• Sungguh kan ku perangi selain Mu dan selama Engkau beri aku umur …
• Dan sungguh kan kujadikan perang terhadap mereka terus menerus …
• Kan ku permalukan di hadapan manusia …
• Dan kan ku cabik-cabik kulit mereka dengan lisan ini …
• MATILAH... Kalian dengan kegeraman kalian, karena Rabbku tahu … Akan rahasia kalian dan kebusukan hati kalian…
• Allahlah Sang Penolong dien dan kitab-Nya …
• Serta (penolong) Rasul-Nya dengan ilmu dan kekuatan …
• Sedang kebenaran adalah dinding yang tidak mampu menghancurkannya…
• Seorangpun walau kau kumpulkan jin dan manusia untuknya …

(Ibnul Qayyim/Qasidah Nunniyyah)

"Allahumma munzilal kitab wa mujriyas sahaab wa haazimal ahzaab ihzim densus 88 wa juyusy wa syurath wa anshor thoghut Indonesia wa dammirhum wa farriq jam'ahum wa syamlahum wa ahlikhum wanshuril mujahidin 'alaihim. Allahumma Dammir Densus 88 Tadmiiro wa Farriq Jam’ahum wa Syattit Syamlahum, Allahumma Shihim ‘Adada Waqtulhum Badada Waj’alhum Qirodata Wa Khonaziro Wa ‘Abadath Thogut!"

"Ya Allah Yang Menurunkan Al-Kitab, Yang Menjalankan Awan dan Yang Mengalahkan Pasukan Sekutu, kalahkan densus 88, tentara, polisi dan penolong thoghut Indonesia. Hancurkan mereka, pecah belah persatuan mereka, binasakanlah mereka dan tolong...lah mujahidin dalam mengalahkan mereka. Ya Allah, Hancurkanlah densus 88 sehancur-hancurnya dan pisahkanlah kekuatan mereka, porak-porandakan persatuan mereka. Ya Allah, kecilkanlah jumlah mere...ka, bunuhlah mereka bertubi-tubi, dan jadikanlah mereka kera-kera dan babi-babi serta menjadi penyembah thogut. Allahumma Amin!"

Waktu takan kembali

Arsip

Judul

(IMTAA’UN NADHR FI KASYFI SYUBUHAT MURJI’ATIL ‘ASHR) PENULIS Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisy ALIH BAHASA Abu Sulaiman Allah Ta’ala berfirman: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap- Anshar Thaghut Bantahan atas manipulasi dan fitnah Khairul Ghazali dalam bukunya “Mereka Bukan Thaghut” Beginilah salafi/salafy indo dan mashlahat. dan meminta ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami dan dari kejelekan-kejelekan amal kami. Siapa orangnya yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang bisa menyesatk dan saat itu saya hanya membatasi pada masalah itu dan saya namakan “Raddul Hudaati ‘Ala Man Za’ama An Laisa Fil A’maali Wal Aqwaali Kufrun Man Lam Yartabith Bi’tiqad Illashsholat” sebagai di hati-hati itu ada penutup yang banyak… sehingga ia tak penuhi panggilan meskipun memperhatikan Muqaddimah Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah DISKUSI DENGAN TEMA LAIN BERSAMA SYAIKH AL ALBANI Diudzur Karena Kejahilan Fatwa 10 Kibar Ulama’ Saudi tentang penguasa yang berhukum dengan selain Syari’ah Islam Fatwa Syaikh Muhammad Ibrahim Alu Syaikh Tentang Penguasa Yang Berhukum Dengan Selain Syari’ah Allah HAKIKAT TAUHID Hukum Berloyalitas kepada Musyrikin Ikhwan salafy karawang cikampek purwakarta Inti Dakwah Para Rasul JAWABAN ATAS PERTANYAAN BELIAU SYIKH AL BANI Kami memuji-Nya kami menggugurkannya dalam juz lain yang akan datang serta kami merontokkannya bila masih ada sisa umur dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya. Bila kalajengking itu kembali datang maka kami kembali Keterjagaan Darah dan Harta KHATIMAH Konsekuensi Bagi Orang Murtad lalu saya koreksi dan menambahkan terhadapnya bantahan-bantahan atas syubhat-syubhat lain yang berkaitan dengan materi ini dan tidak jauh dari aslinya. Dan tidak ada penghalang bagi kami di masa menda lintas tanzhim maka saya berpandangan untuk menyebarkannya supaya ikhwan kami para pencari Al Haq memanfaatkannya dalam membungkam segala syubhat Ahlut Tajahhum wal Irja (baca : salafiy maz’um maka saya kembali mengambil aslinya maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu Makna Laa ilaha illa Allah MASALAH KELUAR DARI PENGUASA KAFIR Masihkah Engkau Ragu? Membongkar Syubhat Para Pembela Thaghut meminta pertolongan-Nya mengcopynya dan menyebarkannya di kalangan mereka Menjawab Syubhat ''Salafi'': Jihad Harus Dengan Izin Amirul Mukminin Menurut anda Al Qaida ? Menurut anda FPI ? Menurut anda HTI ? Menurut anda J.I ? Menurut anda J.T ? Menurut anda JAT ? Menurut anda MMI ? Menurut anda muhammadiyah ? Menurut anda N.U ? Menurut anda NII KW I ? Menurut anda NII KW IX ? Menurut anda PKS ? Menurut anda Salafy ? Menurut anda WI (Wahdah islamiyah) ? Menyoroti Pengkaburan Makna Thaghut mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan kerjakan).” (Al An’aam: 112 – 113) Sungguh di hadapanmu adalah ayat-ayat yang haq ~andai mendapat petunjuk o Mimpi Jihad Syeikh Usamah bin Ladin (rahimahullah) di usia 9 tahun NESTAPA KAUM MUQALLIDIN ( sebuah nasehat untuk pemuda pengaku salafy ) PELITA PENERANG BAGI PERTANYAAN PENDUDUK JAZIRAH Penguasa itu Tidak Kafir Kufrun Akbar Tapi Kufrun Duuna Kufrin Penguasa NKRI Sejak Merdeka Hingga Saat Ini Adalah Thaghut pent) PERSOALAN KUFUR TASYRI’ Risalah Untuk Para Pencari Ilmu sebahagian mereka membisikan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki niscaya mereka tidak mengerjakannya Seri Materi Tauhid serta sebagian mereka menyertakan beberapa tambahan. Kemudian sesungguhnya tatkala hari ini saya melihat keberadaan Murji-ah di negeri ini telah menjadi-jadi dan fitnah mereka makin mengakar dan menja Sesungguhnya Mereka Itu Mengucapkan Laa Ilaaha Illallah Sesungguhnya Mereka Itu Shalat dan Shaum Siapakah Orang Musyrik itu? Siapakah Thoghut itu? Siapa Ulil Amri itu? Siapa Yang mengkafirkan Orang Islam Maka Dia Telah Kafir sumber pencaharian Syarah Kutipan Berharga Takfir Pelaku Syirk Akba Tauhid Syarat Diterimanya Amal Terpaksa tertindas Tinjauan Kekafiran Demokrasi yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin
free counters
%d blogger menyukai ini: